Rumah Keluarga Indonesia

Anak Kurang Konsentrasi & Daya Ingat; Bagaimana Mengatasinya? (2 – Habis)

Anak Kurang Konsentrasi & Daya Ingat; Bagaimana Mengatasinya? (2 – Habis)

Anak Kurang Konsentrasi & Daya Ingat; Bagaimana Mengatasinya? (2 – Habis)
June 04
14:49 2013

 

boy with book6. Memperhatikan kesehatan dan makanan, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap anak. Itu akan memberikan pengaruh besar bagi konsentrasi.

7. Biasakanlah anak tidak belajar dalam keadaan lapar atau makanan terlampau banyak. Dan janganlah ia tidur dalam keadaan kebanyakan makan atau dalam keadaan perut kosong.

8. Mengondisikan anak untuk duduk dalam kondisi penuh perhatian ketika belajar. Bukan duduk yang kaku. Duduk tegak dengan tubuh sedikit condong ke depan, bukan miring. Itu dilakukan di atas kursi. Tidak gampang bengkok sehingga mudah mengantuk. Tidak juga terlalu kaku dan tegang sehingga membuatnya tidak nyaman, serta tidak belajar di atas kasur atau dengan terlentang.

9. Latihlah anak untuk memulai pelajaran dengan mendalami tema-tema, unsur-unsur dan pokok-pokok pikiran dan menentukannya terlebih dahulu kemudian baru masuk ke detail-detail pelajaran setelah itu.

10. Apabila anak masuk pada penguasaan bagian tertentu, arahkanlah agar ia menuliskan apa yang ia ingat dari bagian tersebut dalam sebuah kertas kemudian menengok ke buku sekali lagi dan mengulang penulisan sekali lagi sampai ia bisa menguasai.

11. Hendaknya anak tidak menyerap dua mata pelajaran yang serupa sekaligus karena  bisa menyebabkan lupa dan bercampur aduk.

12. Perhatikan proses pengulang dari waktu ke waktu. Untuk itu, Anda perlu mengarahkannya, mengevaluasi dan membantunya, sebagaimana Anda juga bisa mengarahkannya dari waktu ke waktu berpegang pada contoh-contoh yang sudah terselesaikan dari bab “Uji Dirimu” yakni setelah menjawab latihan-latihan dan pertanyaan-pertanyaan dengan lengkap, ia melihat mengatasi contoh-contoh dan memperbaiki sendiri. Kemudian evaluasi hal itu setelah ia memperbaiki dirinya dan motivasilah dengan evaluasi diri sampai itu menjadi kebiasaan rutin baginya dari kebiasaan-kebiasaan belajar dengan tetap memperhatikan solusi titik kelemahan.

13. Bimbinglah anakmu untuk memahami sesuatu yang hendak dihafal terlebih dahulu. Karena kepahaman akan membuat hafalan menjadi cepat dan mudah.

13. Orang tua bisa memperkuat hafalan dan penguasaan padanya dengan cara memotivasinya mengembangkan waktu-waktu luangnya dengan pengulangan yang tenang atau menerangkan apa yang ia pahami kepada orang tua, saudara-saudaranya dan teman-temannya.

14. Biasakanlah anak menyediakan waktu istirahat 10-15 menit antara jeda satu pelajaran dengan pelajaran yang selanjutnya. Sampai ketika ia mengulang pelajaran, akan lebih baik lagi ia menyediakan waktu istirahatnya 5 menit setiap setengah jam atau satu jam sekali sesuai kemampuannya untuk melakukan gerakan-gerakan (rileks) atau meregangkan jiwanya dengan cara yang ia sukai. Hal itu akan sangat memberikan manfaat bagi murid-murid biasa dan khususnya bagi mereka yang memiliki konsentrasi yang lemah.

Kita yakin bahwa masing-masing dari langkah-langkah ini membutuhkan penerapan ekstra seimbang, kesabaran dan tidak terburu-buru mendapatkan hasil. Akan tetapi “ilmu diperoleh dengan belajar dan kelembutan diperoleh dengan kelembutan.”

Konsistenlah dengan bagian pertama, maka Allah akan memberikan kemudahan pada bagian kedua. []

HABIS

 

 

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Your email address will not be published.
Required fields are marked *