Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Ayah, Aku Lelah “Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah....
  • Hat-hati, Kepercayaan Anak Hilang Wajahnya pucat, matanya nanar, mulutnya terdiam, pandangannya tertuju pada telunjuk-telunjuk yang terarah pada mukanya. Badannya dihentakkan, kepalanya di’degungkan, kakinya ditendang, teriak yang memekakkan nyaring terdengar di telinganya....
  • Umur Berapa Usia Anak Pada umur tertentu, anak-anak telah mempunyai kesanggupan untuk menyadari perbedaan kelamin. Hal ini umumnya dicapai oleh anak-anak yang telah berumur 10 tahun. Umur inilah yang disebut sinnut tamyiz....
  • 5 Cara Ini Tidak Dibenarkan Ketika Menghukum Anak ebagai orang tua, tentu kita pernah kesal kepada anak kita. Bukan hanya kesal, tapi juga marah. Tetapi sebagai seorang Muslim, kita punya batasan bagaimana kita meluapkan kekesalan kita kepada anak....
  • Ini Dia Keistimewaan Perempuan yang Tak Dimiliki Laki-laki Muslimah. Berbahagialah! Berbahagialah di tengah masalah apapun yang dihadapi. ...

Beda Anak Dulu & Anak Sekarang

May 03
07:16 2013

 

main gameOleh: Yudi Bachtiar

Zaman akan selalu dan takkan pernah berhenti berubah hingga yaumul qiyamah, diinginkan ataupun tidak. Perubahan zaman dan segala dinamika di dalamnya adalah sebuah sunatullah yang tidak bisa dielakkan. Setiap inci perubahan yang terjadi pada setiap zaman dan peradaban memiliki ceritanya sendiri.

Melemparkan pandangan ke arah masa lalu yang jauh, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dahulu (1995-2001), banyak hal mengasyikan yang sebagian besarnya tidak saya temui lagi saat ini. Bermain layang-layang dari selepas shalat dzuhur sampai ba`da magrib, berlarian di tengah hujan sembari bermain mobil-mobilan yang terbuat dari sandal bekas, bermain air di sungai sampai membiru kedinginan dan gatal-gatal sekujur badan, bermain lompat tali bersama anak-anak perempuan yang riang, membuat traktor dari tanah lempung du tengah ladang, bermain perang-perangan bersenjatakan AK47 yang terbuat dari pelepah pisang; itulah sepenggal cerita masa lalu.

Kemudian, ketika pandangan itu kembali ke zaman ini, saya melihat anak-anak kecil—baik di kampung ataupun di kota—lebih senang berada di dalam ruangan, menonton Tv, bermain mainan dari plastik atau bermain perang-perangan di game Online. Jarang sekali mereka keluar rumah.

Sebagaimana dilansir oleh Daily Mail (11/04). Data yang didapatkan oleh peneliti menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh pada era 1970 – 1980an menghabiskan waktu lebih dari dua jam di luar rumah setiap hari. Pada akhir pekan, mereka bahkan menghabiskan waktu hampir sembilan jam di luar rumah, apapun cuacanya.

Namun anak-anak saat ini hanya keluar rumah tak sampai satu jam. Pada akhir pekan mereka hanya menghabiskan waktu kurang dari lima jam di luar rumah.

Penelitian yang dilakukan pada 2.000 orang tua menunjukkan bahwa rata-rata orang tua menghabiskan waktu 10 jam lebih 26 menit di luar rumah untuk bermain ketika masih kecil. Namun anak-anak mereka sekarang hanya menghabiskan waktu empat jam lebih 32 menit di luar rumah.

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply