Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Rasa Malu pada Wanita Shalihah Sifat malu laksana rem yang akan mengerem kita dari perbuatan yang nista. Semakin besar rasa malu, rem itu semakin pakem, sehingga seseorang akan terhindar dari perilaku yang bertabrakan dengan norma....
  • Cantiknya Wanita Itu Bukan pada Wajah Dalam penciptaan manusia, ada garis keturunan dari laki-laki dan garis keturunan dari perempuan. Garis laki-laki membutuhkan karya-karya besar dalam lingkup yang lebih keras dan keteguhan hati serta ketegaran mental....
  • Kalau Punya Masalah, Jangan Cengeng Banyajk dari kita terkadang mengeluh dan menangis berlarut-larut karena hal yang sudah menimpa kita. Sebagai manusia, memang wajar jika kita bersedih atas musibah yang menimpa kita, tapi jangan berlarut-larut. Seharusnya yang kita lakukan adalah hadapi dan cari solusinya....
  • Suami pun Mesti Berhias untuk Istri BAGAIMANA pun seorang istri ada di bawah tanggung jawab suaminya, namun tidak demikian dengan posisi seorang suami terhadap istrinya. Seorang isteri berhak mendapatkan suami yang berhias sebagaimana suami berhak atas ...
  • Istiqomah Kenakan Jilbab Sekarang ini memang belum banyak muslimah yang memahami bagaimana menutup aurat yang sempurna jika berada di luar rumah. ...

Beda Anak Dulu & Anak Sekarang

May 03
07:16 2013

 

main gameOleh: Yudi Bachtiar

Zaman akan selalu dan takkan pernah berhenti berubah hingga yaumul qiyamah, diinginkan ataupun tidak. Perubahan zaman dan segala dinamika di dalamnya adalah sebuah sunatullah yang tidak bisa dielakkan. Setiap inci perubahan yang terjadi pada setiap zaman dan peradaban memiliki ceritanya sendiri.

Melemparkan pandangan ke arah masa lalu yang jauh, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dahulu (1995-2001), banyak hal mengasyikan yang sebagian besarnya tidak saya temui lagi saat ini. Bermain layang-layang dari selepas shalat dzuhur sampai ba`da magrib, berlarian di tengah hujan sembari bermain mobil-mobilan yang terbuat dari sandal bekas, bermain air di sungai sampai membiru kedinginan dan gatal-gatal sekujur badan, bermain lompat tali bersama anak-anak perempuan yang riang, membuat traktor dari tanah lempung du tengah ladang, bermain perang-perangan bersenjatakan AK47 yang terbuat dari pelepah pisang; itulah sepenggal cerita masa lalu.

Kemudian, ketika pandangan itu kembali ke zaman ini, saya melihat anak-anak kecil—baik di kampung ataupun di kota—lebih senang berada di dalam ruangan, menonton Tv, bermain mainan dari plastik atau bermain perang-perangan di game Online. Jarang sekali mereka keluar rumah.

Sebagaimana dilansir oleh Daily Mail (11/04). Data yang didapatkan oleh peneliti menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh pada era 1970 – 1980an menghabiskan waktu lebih dari dua jam di luar rumah setiap hari. Pada akhir pekan, mereka bahkan menghabiskan waktu hampir sembilan jam di luar rumah, apapun cuacanya.

Namun anak-anak saat ini hanya keluar rumah tak sampai satu jam. Pada akhir pekan mereka hanya menghabiskan waktu kurang dari lima jam di luar rumah.

Penelitian yang dilakukan pada 2.000 orang tua menunjukkan bahwa rata-rata orang tua menghabiskan waktu 10 jam lebih 26 menit di luar rumah untuk bermain ketika masih kecil. Namun anak-anak mereka sekarang hanya menghabiskan waktu empat jam lebih 32 menit di luar rumah.

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply