Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • 7 Kewajiban Anak terhadap Orang Tua yang Sudah Tiada Ada suatu dialog di zaman Rasulullah. Seorang sahabat menemui Rasulullah dan menyatakan penyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapak-ibunya....
  • Ini Dia Kewajiban Anak terhadap Orang Tua Selagi Masih Hidup (2-Habis) Beruntunglah Anda jika masih memiliki orang tua yang masih hidup di dunia ini. Namun, selain keberuntungan itu, tentu saja kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan kepada mereka. Apa saja?...
  • Ini Dia Kewajiban Anak terhadap Orang Tua Selagi Masih Hidup (1) Beruntunglah Anda jika masih memiliki orang tua yang masih hidup di dunia ini. Namun, selain keberuntungan itu, tentu saja kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan kepada mereka. Apa saja?...
  • Mengukur Kasih Ibu Pernah tidak kita empati dengan pengorbanan ibu? Ia dengan sabar mengasihi kita. Sejak kita berada di dalam rahimnya, sembilan bulan lamanya, dengan susah payah ia menjaga. Waktu usia kandungannya masih muda, dan di dalamnya adalah kita, ia amat hati-hati menjaga fisiknya. ...
  • Eh, Buang Gas Itu Sehat Lho! Tentu kita kalau buang angin alias kentut, diam-diam atau menjauh dari banyak orang ataupun keluarga. Penelitian yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, sedikit demi sedikit kini membuahkan hasil. ...

Jika Haid Lebih Dari Enam Hari

May 31
11:04 2013

 

kerudung merahUmumnya, seorang wanita haid selama enam hari. Bagaimana kalau lebih dari enam hari? Terutama secara fiqih?

Jika masa haid seorang wanita biasanya selama 6 hari kemudian pada bulan tertentu memanjang hingga 9 atau 10 hari, maka hukum haid tetap berlaku pada dirinya, yaitu meninggalkan sholat hingga haid itu berhenti.

Ketentuan ini diberlakukan karena Nabi tidak membatasi masa haid pada batasan tertentu, dan Allah berfirman dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah suatu (yang) kotor’. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Maka selama seorang wanita masih mengeluarkan darah haid berarti ia tetap dikenakan hukum haid hingga berhenti darah haid itu lalu ia mandi, bersuci, dan melaksanakan shalat.

Dan jika pada bulan berikutnya ia mengalami masa haid kurang daripada biasanya maka ia harus segera mandi jika telah selesai haidnya kendatipun masa haid haidnya itu tidak selama masa haid sebelumnya.

Dan yang penting bagi seorang wanita, adalah jika ia mengeluarkan darah haid maka hukum haid berlaku baginya dengan meninggalkan shalat, walaupun masa haidnya itu tidak sama dengan kebiasaan haidnya yang lalu (sebelumnya), ataupun masa haidnya lebih cepat atau lebih lama dari masa haid yang biasanya. Kemudian jika habis masa haidnya maka hukum haid tidak berlaku lagi baginya, dan ia kembali mengerjakan shalat (setelah bersuci). [Sumber : Buku Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerbit Darul Haq]

 

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply