Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Lho, Kenapa Tidak Boleh Meniup Makanan yang Panas? Kita tentu sering meniup-niup minuman atau makanan panas? Meniup-niup makanan atau minuman menjadi suatu hal yang biasa karena merasa terdesak, ketika lapar. Namun tahukah Anda ternyata kebiasan dalam meniup-niup minuman panas berbahaya bagi tubuh....
  • Ini Ternyata Bedanya Zakat, Infak dan Sedekah Dalam istilah membelanjakan harta di jalan Allah, tersebutlah tiga ibadah yaitu zakat, infak, dan sedekah. Meskipun seperti sama, beberapa ibadah tersebut ternyata memiliki makna masing-masing yang agak sedikit berbeda....
  • Ini Dia Caranya Jadi Suami Siaga Ketika Istri Hamil Wanita yang sedang hamil tidak akan merasakan semua itu sebagai sebuah penderitaan apabila mempunyai pasangan ideal yang bisa menjadi partner yang baik untuk istri dalam kondisi apapun dan ikut berperan dalam menjaga kondisi kesehatan si buah hati sejak dalam kandungan....
  • Bihun Kuah, Boleh Juga Nih! Resep yang akan diberikan kali ini adalah resep bihun kuah. Dengan kuah bening yang segar ditambah dengan bakso sapi dan tetelan daging sebagai pelengkapnya....
  • Ini Dia 13 Aurat Wanita (1) Menurut Iman Bukhari,Rasulullah melaknati perempuan yang mencukur/menipiskan bulu kening/meminta supaya dicukur bulu kening (Hadist riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)....

Jika Haid Lebih Dari Enam Hari

May 31
11:04 2013

 

kerudung merahUmumnya, seorang wanita haid selama enam hari. Bagaimana kalau lebih dari enam hari? Terutama secara fiqih?

Jika masa haid seorang wanita biasanya selama 6 hari kemudian pada bulan tertentu memanjang hingga 9 atau 10 hari, maka hukum haid tetap berlaku pada dirinya, yaitu meninggalkan sholat hingga haid itu berhenti.

Ketentuan ini diberlakukan karena Nabi tidak membatasi masa haid pada batasan tertentu, dan Allah berfirman dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah suatu (yang) kotor’. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Maka selama seorang wanita masih mengeluarkan darah haid berarti ia tetap dikenakan hukum haid hingga berhenti darah haid itu lalu ia mandi, bersuci, dan melaksanakan shalat.

Dan jika pada bulan berikutnya ia mengalami masa haid kurang daripada biasanya maka ia harus segera mandi jika telah selesai haidnya kendatipun masa haid haidnya itu tidak selama masa haid sebelumnya.

Dan yang penting bagi seorang wanita, adalah jika ia mengeluarkan darah haid maka hukum haid berlaku baginya dengan meninggalkan shalat, walaupun masa haidnya itu tidak sama dengan kebiasaan haidnya yang lalu (sebelumnya), ataupun masa haidnya lebih cepat atau lebih lama dari masa haid yang biasanya. Kemudian jika habis masa haidnya maka hukum haid tidak berlaku lagi baginya, dan ia kembali mengerjakan shalat (setelah bersuci). [Sumber : Buku Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerbit Darul Haq]

 

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply