Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Inilah Salah Satu Wanita yang Membuat Rasul Bahagia (2-Habis) Ketika pulang Hafshah melihat tabir kamar tidurnya tertutup, dan di dalamnya Rasulullah sedang bersama Maria Al-Qibtiyah. Melihat itu, Hafshah marah lalu menangis...
  • Inilah Salah Satu Wanita yang Membuat Rasul Bahagia (1) Maria Al-Qibtiyah lahir di desa Hifn, dekat kota kuno Anshina di sebelah timur sungai Nil. Di belakang namanya ada gelar Al-Qibtiyah, karena ia berasal dari suku Qibti, Mesir, yang beragama Kristen ortodoks...
  • Khalifah Umar bin Khattab Ternyata Sudah Menyuruh Pemberian ASI Sebuah kisah diriwayatkan oleh Muslim, ketika datang kepada Nabi SAW seorang wanita dari Bani Ghamidiyah yang mengemukakan pengakuannya di hadapan beliau bahwa dirinya telah mengandung dari hasil perbuatan zina dan meminta pada Nabi SAW untuk dihukum....
  • Harus Mandi Junub Jika Terjadi 5 Hal Ini Mandi wajib ataupun mandi junub disebut juga mandi hadas besar adalah mandi yang perlu dilakukan oleh seseorang Muslim untuk membersihkan dirinya dari hadas besar dan melibatkan perbuatan mandi dengan membasahi seluruh anggota badan....
  • Jika Suami Anda Marah … Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya....

Jika Haid Lebih Dari Enam Hari

May 31
11:04 2013

 

kerudung merahUmumnya, seorang wanita haid selama enam hari. Bagaimana kalau lebih dari enam hari? Terutama secara fiqih?

Jika masa haid seorang wanita biasanya selama 6 hari kemudian pada bulan tertentu memanjang hingga 9 atau 10 hari, maka hukum haid tetap berlaku pada dirinya, yaitu meninggalkan sholat hingga haid itu berhenti.

Ketentuan ini diberlakukan karena Nabi tidak membatasi masa haid pada batasan tertentu, dan Allah berfirman dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah suatu (yang) kotor’. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Maka selama seorang wanita masih mengeluarkan darah haid berarti ia tetap dikenakan hukum haid hingga berhenti darah haid itu lalu ia mandi, bersuci, dan melaksanakan shalat.

Dan jika pada bulan berikutnya ia mengalami masa haid kurang daripada biasanya maka ia harus segera mandi jika telah selesai haidnya kendatipun masa haid haidnya itu tidak selama masa haid sebelumnya.

Dan yang penting bagi seorang wanita, adalah jika ia mengeluarkan darah haid maka hukum haid berlaku baginya dengan meninggalkan shalat, walaupun masa haidnya itu tidak sama dengan kebiasaan haidnya yang lalu (sebelumnya), ataupun masa haidnya lebih cepat atau lebih lama dari masa haid yang biasanya. Kemudian jika habis masa haidnya maka hukum haid tidak berlaku lagi baginya, dan ia kembali mengerjakan shalat (setelah bersuci). [Sumber : Buku Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerbit Darul Haq]

 

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply