Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Teman Sejati Suatu kali sepulang kerja, saya mampir ke sebuah kios yang menjual es jeruk. Sore hari itu sangat panas, jadi jelaslah minum es jeruk bakalan membuat kerongkongan segar....
  • Belajar Bersabar dari Anak “Kasih bunda adalah bahan bakar yang memungkinkan manusia bisa melakukan hal luar biasa.” (Marrion C. Garret)....
  • Celoteh Polos Adik Kecil Oleh: Hanifah Qomariah. Magrib menepuk-nepuk bahu. Membangunkan lelap yang baru saja terlena. Padahal kata orang tua jaman dulu, tidur sehabis ashar itu terlarang. ‘Bisi matak rungsing’ alias ga keruan saat mata terbuka dan kesadaran belum sepenuhnya hadir....
  • Dari Atas Angkot Oleh: Vienna Alifa. Jangan risau pikirkan rakyat Yang sehari hari berjibaku debu dan penat Memunguti remah rizqi sampai tetes akhir keringat...
  • Inilah Salah Satu Wanita yang Membuat Rasul Bahagia (2-Habis) Ketika pulang Hafshah melihat tabir kamar tidurnya tertutup, dan di dalamnya Rasulullah sedang bersama Maria Al-Qibtiyah. Melihat itu, Hafshah marah lalu menangis...

Jima Kala Istri Hamil

June 04
14:12 2013

 

tempat tidurSesungguhnya, dalam Islam tidak ada yang menyusahkan. Begitu pula urusan tempat tidur, termasuk ketika istri sedang mengandung atau hamil. Namun tentu saja, pelaksanaannya agak berbeda dibandingkan dengan ketika kondisi istri biasa saja.

Tidak ada larangan syariat dalam hubungan badan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang sedang hamil selama kondisinya benar-benar sehat dan baik. Sedangkan yang dilarang syari’at adalah ketika hubungan badan (jima’) itu dilakukan pada saat wanita dalam keadaan haidh atau nifas, sebagaimana firman Allah swt:

Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al Baqarah : 222).

Dalam sebuah hadits tentang berhubungan saat wanita sedang haidh disebutkan ,”Lakukanlah (apa saja) kecuali nikah (memasukkan kelamin pria kedalam kelamin wanita),” (HR. Bukhori).

Jumhur ulama berpendapat bahwa diharamkan bagi suami menyetubuhi (memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin) istrinya yang sedang dalam keadaan haidh dan dibolehkan baginya bersenang-senang dengan bagian tubuh yang ada diantara pusar dan lutut (maksudnya sekitar paha -red), sebagaimana firman Allah swt,” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh,” (QS. Al Baqarah : 222)

Namun apabila kondisi istri yang sedang hamil itu tidak sehat atau memiliki riwayat dalam kehamilan sebelumnya, seperti ; pernah mengalami keguguran, pendarahan selama berhubungan atau kelahiran dini maka ada baiknya untuk berhati-hati dalam berhubungan.

Dan jika berhubungan itu dapat membawa mudharat (bahaya) padanya maka ada baiknya untuk tidak berhubungan dahulu karena menghindari berhubungan dalam keadaan istri tertekan atau khawatir akan membawa bahaya pada dirinya adalah bagian dari menggaulinya secara baik, sebagaimana firman Allah swt

Artinya : “dan bergaullah dengan mereka secara patut,” (QS. An Nisaa : 19).

Dalam menggauli istrinya yang sedang hamil hendaklah seorang suami melakukannya dengan tenang, pelan, tidak kasar, memperhatikan keadaan kejiwaannya dan juga mencari posisi berhubungan yang tepat terutama saat usia kehamilan masih muda atau sudah tua (menjelang kelahiran).

Jika memang berhubungan dengan istri yang sedang hamil tua akan berbahaya terhadap janinnya karena mungkin apabila tidak hati akan mengakibatkan keguguran maka ada baiknya menunda dahulu berhubungan dengannya hingga selesai melahirkan. Allohu a’lam.

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply