Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • 5 Adab Murid terhadap Guru Di antara adab-adab yang telah disepakati para ulama’ dalam menuntut ilmu adalah adab murid kepada gurunya. Imam Ibnu Hazm berkata: “Para ulama bersepakat, wajibnya memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan...
  • Betapa Mulianya Kedudukan Guru dalam Islam Menurut al-Ghazali pendidik merupakan maslikhul kabir. Bahkan dapat dikatakan pada satu sisi, pendidik mempunyai jasa lebih dibandingkan kedua orang tuanya....
  • Guru, Orang Tua Kedua bagi Murid Anda seorang guru? Jangan berkecil hati. Profesi guru sangat mulia....
  • Ini Dia Pengorbanan Seorang Guru Selain ibu kandung kita, sosok ibu yang berarti dan begitu berjasa dalam hidup kita adalah guru....
  • Belanja Hemat, Begini Caranya aman harga BBM naik seperti bisa menguras habis pemasukan sebelum waktunya. Maklum, walaupun naiknya hanya Rp2000,00, tapi semua harga kebutuhan dapur naik pula. Kita tentu harus memutar otak untuk mengatasinya....

Jima Kala Istri Hamil

June 04
14:12 2013

 

tempat tidurSesungguhnya, dalam Islam tidak ada yang menyusahkan. Begitu pula urusan tempat tidur, termasuk ketika istri sedang mengandung atau hamil. Namun tentu saja, pelaksanaannya agak berbeda dibandingkan dengan ketika kondisi istri biasa saja.

Tidak ada larangan syariat dalam hubungan badan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang sedang hamil selama kondisinya benar-benar sehat dan baik. Sedangkan yang dilarang syari’at adalah ketika hubungan badan (jima’) itu dilakukan pada saat wanita dalam keadaan haidh atau nifas, sebagaimana firman Allah swt:

Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al Baqarah : 222).

Dalam sebuah hadits tentang berhubungan saat wanita sedang haidh disebutkan ,”Lakukanlah (apa saja) kecuali nikah (memasukkan kelamin pria kedalam kelamin wanita),” (HR. Bukhori).

Jumhur ulama berpendapat bahwa diharamkan bagi suami menyetubuhi (memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin) istrinya yang sedang dalam keadaan haidh dan dibolehkan baginya bersenang-senang dengan bagian tubuh yang ada diantara pusar dan lutut (maksudnya sekitar paha -red), sebagaimana firman Allah swt,” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh,” (QS. Al Baqarah : 222)

Namun apabila kondisi istri yang sedang hamil itu tidak sehat atau memiliki riwayat dalam kehamilan sebelumnya, seperti ; pernah mengalami keguguran, pendarahan selama berhubungan atau kelahiran dini maka ada baiknya untuk berhati-hati dalam berhubungan.

Dan jika berhubungan itu dapat membawa mudharat (bahaya) padanya maka ada baiknya untuk tidak berhubungan dahulu karena menghindari berhubungan dalam keadaan istri tertekan atau khawatir akan membawa bahaya pada dirinya adalah bagian dari menggaulinya secara baik, sebagaimana firman Allah swt

Artinya : “dan bergaullah dengan mereka secara patut,” (QS. An Nisaa : 19).

Dalam menggauli istrinya yang sedang hamil hendaklah seorang suami melakukannya dengan tenang, pelan, tidak kasar, memperhatikan keadaan kejiwaannya dan juga mencari posisi berhubungan yang tepat terutama saat usia kehamilan masih muda atau sudah tua (menjelang kelahiran).

Jika memang berhubungan dengan istri yang sedang hamil tua akan berbahaya terhadap janinnya karena mungkin apabila tidak hati akan mengakibatkan keguguran maka ada baiknya menunda dahulu berhubungan dengannya hingga selesai melahirkan. Allohu a’lam.

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply