Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News

Makna Di Balik Lagu Romantis ‘Everything I Do’

May 14
13:32 2013

 

robin hoodSetidak akrab apapun Anda dengan lagu-lagu dan musik, tentunya—paling tidak—pernah mendengar lagu “Everything I Do (I Do It For You)”-nya Bryan Adams. Ini memang lagu lama memang, dirilis sekitar 21 tahun yang lalu sebagai soundtrack film Robin Hood versi Kevin Costner “Prince of Thieves”. Lagu ini, hampir bisa ditemukan dimana saja di televisi, di mall, di jalanan, atau di pertokoan, atau dimana saja.

Dengan balutan piano yang mendominasi, sesekali ditingkahi oleh sayatan gitar yang mengiba, lagu ini tak pelak menjadi all-times-heard song (lagu yang bisa didengarkan setiap waktu), tak mengenal usia dan zaman. Dari anak baru gede sampai orang-orang tua. Yang baligh di era awal 90-an, tentunya merasa paling memiliki terhadap lagu ini.

Bahkan, di sebuah desa yang terletak di pinggiran di Indonesia, seorang bapak yang usianya mencapai 50 tahunan, bisa kita temukan tengah mendengarkan lagu ini, di pinggir sawah. Padahal, kemungkinan, bisa jadi ia tidak paham apa arti lagu ini.

Lihatlah beberapa penggal lirik lagu penyanyi asal Kanada ini:

Look into my eyes, you will see
What you mean to me
Search your heart, search your soul
And when you find me there you’ll search no more

Don’t tell me it’s not worth tryin’ for
You can’t tell me it’s not worth dyin’ for
You know it’s true
Everything I do, I do it for you

Anak-anak muda menyebutnya “hatiku bisa melting denger syair ini,” dan membuat anak-anak gadis remaja galau seraya berujar “so sweeeet”.

Simak syair di bawah ini, masih berasal dari lagu tersebut:

Oh, you can’t tell me it’s not worth tryin’ for
I can’t help it, there’s nothin’ I want more
Yeah, I would fight for you, I’d lie for you
Walk the wire for you, yeah I’d die for you

Ada kata-kata yang sangat bermasalah di sini. Ungkapan “I’d die for you” betul-betul diartikan secara harfiah, dan tak bisa lagi diartikan yang lain. Sejak dari awal, lagu ini sudah menggiring orang membuat persepsi antara seorang perempuan dan seorang laki-laki, dan begitu pula sebaliknya. Lagu ini juga tak bisa diartikan sebagai lagu cinta kepada orang tua atau keluarga, dan sudah sangat defensif antara lawan jenis.

Dalam Islam, tentunya ini patut kita garis bawahi. Seperti yang kita pahami bersama, bahwa hidup dan mati kita seorang Muslim tentunya harus berada dalam koridor ibadah kepada Allah SWT. Apalah arti hidup kita jika beribadah seumur hidup, namun kemudian di akhir hayat, kita berakhir dalam keadaan suul khatimah? Apa jadinya gerangan jika ketika kita mati, kita tidak berada dalam keadaan Islam?

Mungkin ada dalih, “ah inikan cuma lagu”, “helloooow? Inikah lagu Barat, yang nyiptain juga orang Barat yang bukan Muslim”. Justru di sinilah letaknya. Sebuah lagu, dalam bentuknya yang lain, adalah doktrin paling kuat dibandingkan yang lainnya. Apalagi jika diulang-ulang. Lihatlah, betapa fanatiknya Slankers terhadap Slank dan komunitas Orang Indonesia (OI) terhadap Iwan Fals. Bayangkan jika lagu ini dihayati dan diamalkan oleh anak-anak muda di sekeliling kita, anak-anak kita, remaja-remaja Islam. Mereka dangkal akan aqidahnya, dan menganggap hal-hal yang mungkin membatalkan Syahadat sebagai sesuatu yang biasa saja.

Di sekeliling kita, bukan hanya lagu ini saja. Ada ribuan lagu cinta yang beredar yang menunjukkan sebuah penghambaan kepada lawan jenis—dalam beberapa lagu bahkan bukan cuma lawan jenis, tapi sudah pada sesame jenis, seperti lagu-lagu Elton John dan George Michael yang merupakan homo. Setiap hari, generasi muda kita, remaja Islam, dilindas dengan bebas, tanpa ada filter sama sekali. Kita bisa memulainya terhadap diri kita sendiri, dan sekeliling kita. Mungkin anak kita, adik, ataupun anak tetangga kita.

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. 163. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah),” (QS Al-An’am : 162-163). []

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply