Rumah Keluarga Indonesia

 Breaking News
  • Ini Dia Keistimewaan Perempuan yang Tak Dimiliki Laki-laki Muslimah. Berbahagialah! Berbahagialah di tengah masalah apapun yang dihadapi. ...
  • Muslimah, Jalan-jalan Yuk! (2-Habis) Buat sepatu, pilih yang enak dipakai juga (ya iyalah, kalau tidak nyaman buat apa juga digunakan). ...
  • Muslimah, Jalan-jalan Yuk! (1) Adakalanya banyak aktivitas yang cukup menyita tenaga dan perhatian kita membuat mumet di kepala tak kunjung berkesudahan. ...
  • Sahkah Wudhu Jika Kuku Dihiasi Kutek? Cat kuku atau yang biasa dikenal dengan sebutan ‘kutek’ atau pewarna kuku adalah sejenis cat yang dibuat khusus untuk menghias atau memperindah kuku. ...
  • 6 Ciri Wanita Sholihah (2-Habis) “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (an-Nuur: 2-3)....

Mentoring

May 08
08:16 2013

 

ukhuwah  islamOleh: Asri Widiarti, Pemerhati Gerak Muslimah Indonesia

Dalam dunia pementoran kontemporer, pementoran bukan hanya untuk alih pengetahuan, tetapi juga alih kecakapan, kepandaian, ketrampilan, kebijakbestarian dan nilai-nilai lebih lain yang dimiliki oleh seorang mentor. Nilai lebih tersebut dapat berupa kearifan, kebijakan, kewaskithaan, keterbukaan, kehangatan, kerendahhatian, kebesarhatian, kedermawanan yang merupakan ciri kepribadiannya dalam kehidupan kesehariannya.

Dari hasil penelitian, pementoran telah memiliki hasil yang signifikan untuk banyak persoalan. Dreher & Ash (1990), mengungkapkan, mereka yang mengalami hu
bungan mentoring secara luas melaporkan memperoleh promosi, penghasilan yang lebih tinggi, serta lebih puas dengan gaji dan keuntungan yang diperolehnya daripada mereka yang kurang.

Sesungguhnya pengalaman kita terhadap
proses pementoran ini, jauh lebih kaya dan lebih
lama. Lewat proses liqoat yang kita lakukan rutin
perpekan itu, kita mengalami dinamika pemen-
toran yang jauh lebih mendalam karena kita melakukannya dengan hati, tidak semata-
mata perhitungan formal dan informal. Kita
 juga mengalami perubahan perilaku ke arah
yang lebih baik dan lebih panjang masa penjagaannya karena dasar tujuan yang kita lakukan adalah mencari keridhoan Allah. Pun lewat proses kaderisasi itu kita mampu mendapatkan dan menambah SDM potensial tanpa memperhitungkan untung rugi secara materi. Kita pun mampu memaknai bahwa proses pementoran yang kita lakukan, sangat khas dan berlangsung sepanjang hayat.

Bila “orang lain” sudah mulai melirik dan mencicipi efektifitas mentoring ini, kita lebih layak untuk menjaganya agar perbendaharaan jamaah ini mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan dakwah. Maka pe- ngelolaan forum liqoat adalah sesuatu yang niscaya. Tidak menjadikannya sebagai bagian dari aktifitas rutin yang ke- berlangsungannya hanya bersifat mekanis dan berlalu begitu saja karena sudah menjadi rutinitas.

Bila perasaan ini yang menguasai dinamika kelompok kita, kita tinggal menunggu kejenuhan itu datang menyergap dan lama-kelamaan akan menyusup untuk membubarkan kelompok. Maka keberkahan itu sudah mulai berkurang satu. Bayangkanlah, bila setiap kali kita membuka halaqoh baru setiap kali pula halaqoh itu siap dibubarkan karena pengelolaan kita adalah pengelolaan sambil lalu.

Kesadaran bahwa kekuatan asasi kita dimulai dari sini mestilah dipompa terus menerus. Seqowwi dan setangguh apapun kita di lapangan, seterkenal atau mubaligh yang diidolakan, qiyadah yang ditunggu keputusannya, bila forum rutin yang kita ikuti itu tidak sehat, jangan berharap amalan dan tingkah laku keseharian itu akan terjaga kualitasnya. Forum itu menjadi bekalan karena dia adalah medan jihad yang sesungguhnya, yang membuat perencanaan dakwah disusun di dalamnya.

Oleh karenanya, menganggap forum itu hanya sebagai sarana pelepas lelah, menganggap forum itu sebagai jus- tifikasi yang mencatat kita masih berada di barisan kader dakwah, adalah suatu kesalahan yang harus segera direvisi. Forum itu adalah milik kita bersama. Maka, menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitasnya agar mampu menjadi back up yang tangguh bagi para anggotanya, adalah tugas kita bersama. Tak bisa sepenuhnya menjadi tanggung jawab murabbi atau naqibnya saja.

Sehingga bila kita mengalami penurunan kualitas keikutsertaan kita bersama dakwah, coba kita tengok peran kita dalam forum rutin itu. Sekadar penggembira, penggenap atau agar absensi tak ditulis alpa?

Dan untuk melatih peningkatan kualitas diri dan perluasan cakupan dakwah, posisi forum rutin itu menjadi sangat penting dan strategis. Di dalamnya, proses pelatihan agar dakwah ini tak sekedar berada di dataran verbal tetapi berpindah ke dataran realitas dan dapat dilihat secara kasat mata menjadi sangat mungkin dilakukan. Mulai dari amalan pribadi menyangkut hubungan kita dengan Allah, sampai amalan yang harus dilakukan bersama-sama. Semacam ukhuwah dengan segala prosesi bermakna sebagai pembuktiannya, atau ketsiqohan tanpa pemaksaan yang terbentuk alami dan dibutuhkan atau mengerjakan amanah dakwah bersama-sama. Alangkah indahnya!

Itu sebabnya, membuatnya sebagai pelabuhan kecil yang membuat perahu amanah kita nyaman berlabuh, tentu saja harus diupayakan. Sehingga kita tak sungkan lagi menceritakan rawa”i (kabar gembira) yang kita dan keluarga kita alami atau tak berat menceritakan qodhoya (permasalahan) yang sedang menimpa kita karena kita tahu akan mendapat dukungan doa, moral atau jalan keluar yang tak terduga dari partisipasi saudara kita tanpa khawatir aib kita akan sampai ke mana-mana. Bukan sebaliknya, rawai atau qodhoya kita diketahui oleh publik sebagai suatu strategi promosi tetapi saudara kita berada di urutan paling belakang untuk mendapat sapaan cinta dan kabar gembira dari kita. []

 

 

 

Share

About Author

adminrki

adminrki

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Leave a Reply